Jelang Pilpres 2024, LPI dan TIM 8 ingatkan Jokowi Effect

Pernyataan yang disampaikan politisi PDIP Adian Napitupulu yang menyebutkan bahwa partainya memberikan banyak hal diduga kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia (LPI), Muda Saleh. Muda menilai bahwa sindiran Adian tidak berdasar, dan bisa menimbulkan kegaduhan hingga bisa berdampak buruk.

Update: 2023-11-03 18:05 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Pernyataan yang disampaikan politisi PDIP Adian Napitupulu yang menyebutkan bahwa partainya memberikan banyak hal diduga kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia (LPI), Muda Saleh. Muda menilai bahwa sindiran Adian tidak berdasar, dan bisa menimbulkan kegaduhan hingga bisa berdampak buruk.

“Kita tau apa dan kepada siapa ditujukan Adian. Namun perlu diketahui bahwa efek Jokowi mempengaruhi elektabilitas partainya, toh buktinya Gibran terpilih, begitu pula Bobby Nasution terpilih,” ucap Muda di Jakarta, Jumat (03/11). 

Menurutnya, apa yang dikatakan Adian mempertontonkan sikap kecewa di depan publik. "Ini tidak menempatkan redaksional yang tepat pada tempat yang seharusnya disampaikan. Seolah-olah kesuksesan yang dimiliki baik Jokowi, maupun putranya sulungnya serta Bobby dari partainya. Justru seharusnya berterima kasih pada Jokowi, toh rakyat memilih mereka (Gibran dan Bobby-red), dan banyak pihak menyebut karena Jokowi efek,” kata Muda.

Sementera itu Sekretaris Umum TIM 8 Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (TIM 8-RJBBP), Akhrom Saleh mengatakan bahwa hanya Pemilu tahun 1999, PDI Perjuangan suaranya tertinggi, sebanyak 35,62 juta suara, dan tahun 2004, 2009 PDI Perjuangan mengalami kemerosotan suara yang signifikan. Berbeda saat Jokowi diusung PDI Perjuangan sebagai calon presiden.

“PDI Perjuangan cuma dipemilu tahun 1999 suaranya tertinggi sebanyak 35,62 juta suara, sedangkan Pemilu tahun 2004 suara PDIP turun sebesar 21,03 juta. Dan tahun 2009 turun lagi suaranya jadi 14,58 juta suara. Beda saat Jokowi sebagai calon presiden yang diusung PDI Perjuangan tahun 2014, suara nasional PDI Perjuangan menjadi 23,67 juta suara. Bahkan di tahun 2019 naik lagi menjadi 27,05 juta suara. Ini artinya kalau kita simpulkan, adanya efek Jokowi,” singkat Akhrom.

Mengutip CNNIndonesia.com, Kamis (26/10/2023), Adian Napitupulu mengatakan PDIP sudah memberi segalanya untuk Jokowi dan keluarga: dari mulai menjadi wali kota Solo dua periode, Gubernur DKI Jakarta, hingga presiden dua kali.

"Dulu ada yang datang minta jadi wali kota dapat rekomendasi, minta rekomendasi, dikasih. Minta lagi dapat rekomendasi, dikasih lagi. Lalu minta jadi gubernur, minta rekomendasi dikasih lagi. Lalu minta jadi calon presiden, minta rekomendasi dikasih lagi. Kedua kali dikasih lagi," ucap Adian.

"Lalu ada lagi minta untuk anaknya dikasih lagi. Lalu ada diminta untuk menantu lalu dikasih lagi. Banyak benar," tambah dia yang kini juga tercatat sebagai anggota DPR dari Fraksi PDIP.

Tags:    

Similar News